Kamis, 07 Juli 2011

Panca Indera


Ketawanya, suaranya, teriakannya, aku dengar, aku ingat, lalu aku simpan di otak ku agar panca indera ku dapat bekerja.

Apabila kupingku mendengar ketawa, suara, dan teriakannya, mata ku mencari diamana sosok tersebut, hidungku mengendus mencium wangi aroma yang ada di badannya, mulut ku berkomat-kamit "dimana dia?dimana dia?"

Sosok yang aku cari, tidak jauh dari hadapanku sekarang tersenyum membuka tangannya selebar mungkin untuk berusaha memeluk. Bukan!! Bukan memeluk tapi memberi isyarat kalau ia akan terjun bebas, bebas lepas pergi meninggalkan badan nya remuk hancur terhantam beton.

Sampai kini panca indera ku masih bekerja, dipaksakan untuk bekerja mencari sosok tersebut dibalik jeruji bersama orang-orang yang memakai baju putih, orang-orang yang suak tertawa, atau diam, atau triak. Ahhhh..sudahlah biarkan aku bersama panca indera ku saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar