Selasa, 12 Juli 2011

Warna

The best spot adalah disisni, duduk diam, mandangin cahaya lampu dari gedung-gedung disebrang, sunyi, sepi, cuman ada suara TV. Kebanyakan cahaya yang dipancarin nya berwarna kuning, menerawang sampai-sampai bisa melihat isi dari gedung tersebut. Ada cahaya merah yang kelap-kelip, ya, setidaknya membantu agar warna nya ga monoton kuning.
Bagus, bagus banget. Dulu mungkin itu tempat berdirinya sebatang pohon besar, pohon yang daunnya hanya berwarna hijau dan cuman ditambahin warna coklat dari batangnya. Lalu dibabat habis untuk mendirikan sebuah gedung, yang mempunyai warna dari cahaya lampu, dan itu kuning. Kenapa harus kuning? kenapa ngga ungu?pink?biru? Apa karena kunignya itu bisa berubah jadi seperti emas kalau diliat lama-lama?
Hmmm.. apapun warnanya, setidaknya dia mempunyai warna. Warna yang ngebuat gedung itu kelihatan hidup. Warna juga yang ngebuat hidup kita lebih hidup, warna dari diri kita sendiri. Kasih hidup warna yang tepat, biar nantinya hidup kita lebih bagus lebih berkualitas dan kelihatan mahal dan megah.

Real Life

Duduk nya dibawah sorotan lampu, di meja kecil dengan bangku 3 yang menjorok ke dalam. Setiap kali mau bersender sorotan lampu nya langsung jatuh pas kemuka, mandang kedepan berfikir pengen banget flashback ke saat waktu kecil, sama orangtua, seneng terus, ya walaupun pasti ada nangisnya, paling gara-gara ngga dibeliin maenan atau dimarain sama orang tua. Kalau inget-inget tinggal dikit banget waktu sama mereka, sebenetar lagi lulus kuliah, yang dimana terpampang tulisan besar diatas sebuah papan "Welcome to the real life". Ga siap? ya lo harus siap. Mau ga mau harus lo jalanin, kerja demi secercah uang untuk menggenapkan cita-cita lo, dan juga ngebales apa yang orang tua udah kasih, dan melanjutkan hidup lo supaya apa yang lo butuhin bisa lo dapet. Kesuksesan dengan halal. Ketemu orang-orang baru yang lagi-lagi mau ngga mau harus lo hadepin dengan pintar. Ia dengan pintar, lo harus bisa ngebaca mereka, sikap, sifat, perilaku, atau ga dari cara mereka ngomong lo harus bisa tau mana yang bohong mana yang ngga. Lo harus bisa atur perilaku lo, cara bicara lo, pantes apa ngga? sopan apa ngga? salah-salah ngomong ke orang yang salah, salah-salah idup lo bisa ancur. Sebenernya sih dari pas kuliah lo juga harus tau, ujung-ujungnya semua individual, emang punya temen, tapi temen buat ngobrol hal ga penting atau temen buat nemenin pas makan siang, sisanya di dalam kerjaan ya lo individual.
Buat gw ngadepin hal tersebut bener-bener bikin merinding, kaya.. OmyGOD! apalagi yang bakal gw hadepin? gw siap ga?gw bisa ga?kalau bos gw enak, kalau tmpat gw kerja orang-orangnya enak?gaji gw gmana ya? Baru juga lulus ada aja, gw cuman istrahat brapa lama ini abis lulus?aaaaaaa!!! bisa ga duit jatoh dengan sendirinya dari langit!! *sigh*



Senin, 11 Juli 2011

Perempuan Liar


eh kamu tau ngga?dia kan perempuan liar! liat aja cara berpakaian nya, cara dia gerakin badannya waktu mau duduk atau bicara sama lawan jenisnya.Sepertinya sesuatu akan tumpah dari buah dadanya.Sepertinya dia siap untuk diapakan aja, ditelanjangkan lewat mata saja dia biasa saja, apalagi benar-benar ditelanjangkan! paling dia dengan rela nya langsung memberikan badannya. hahahahahaha!! dasar perempuan liar!! Entah sudah berapa pria atau wanita yang merasakan keringat ditubuhnya, mendengar desahan yang keluar dari mulutnya, teriakan kepuasan pada saat libidonya naik dan cairan kepuasan keluar dari kelaminnya.
Yang sehabis itu ketebak dengan sangat, antara tidur, membersihkan diri atau langsung pergi.hahaahahaha!dasar perepmuan liar merana sekali hidup mu, perempuan liar, perempuan liar. Jauh-jauh dari hidupku karena aku tidak mau bertemu denganmu, tidak disurga tidak dineraka, cukup hanya dibumi.

"nak...kamu sedang bicara dengan siapa?ayooo makan,ibu udah nunggu daritadi dibawah"

Kata - Kata

Yang akan ditulis ini cuman sederet kata-kata yang sebenernya ga begtu penting, kekesalan, kepasrahan, ke skipan seseorang yang lagi digantungin oleh satu hal yang menyangkut sama masa depannya.
Nungguin kabar sampe mau mati, takut-takut kabar yang didenger ga enak,kalau bisa pengen banget dicopot ini jantung, biar semua orang tau gimana cepet detak nya, gimana pucatnya, gimana tegangnya sampe denger soal kabar buruk yang bakalan bisa bikin detaknya itu berenti.
Ditempat ini lagi semua kerumitan dikeleuarin, soalnya cuman lewat ini aja bisa ngejelasin apa yang dirasain, kalau ngga paling yang keluar air terjun yang keluar dari mata, a e a e a e yang keluar dari mulut, napas setengah-setengah yang keluar dari idung.
Ga jelas bakalan berapa lama kaya gini, mungkin sampai ngedenger berita baik yang buatnya itu adalah secercah kehidupan, kaya ibu yang lagi was-was mau ngelahirin, ayam atau sapi atau kambing atau babi yang lagi nunggu detik-detik mau disembelih, cowo yang lagi mau ngelamar cewe, penjahat yang takut untuk ketangkep, orang kerja yang nunggu naek jabatan, atau orang yang mau mati karna bingung akan ada dimanakah dia.

Kamis, 07 Juli 2011

Panca Indera


Ketawanya, suaranya, teriakannya, aku dengar, aku ingat, lalu aku simpan di otak ku agar panca indera ku dapat bekerja.

Apabila kupingku mendengar ketawa, suara, dan teriakannya, mata ku mencari diamana sosok tersebut, hidungku mengendus mencium wangi aroma yang ada di badannya, mulut ku berkomat-kamit "dimana dia?dimana dia?"

Sosok yang aku cari, tidak jauh dari hadapanku sekarang tersenyum membuka tangannya selebar mungkin untuk berusaha memeluk. Bukan!! Bukan memeluk tapi memberi isyarat kalau ia akan terjun bebas, bebas lepas pergi meninggalkan badan nya remuk hancur terhantam beton.

Sampai kini panca indera ku masih bekerja, dipaksakan untuk bekerja mencari sosok tersebut dibalik jeruji bersama orang-orang yang memakai baju putih, orang-orang yang suak tertawa, atau diam, atau triak. Ahhhh..sudahlah biarkan aku bersama panca indera ku saja.

SERSAN

SERSAN itu kata sandi buat gw sama temen gw kalau kita lagi mau ngobrol SERius tapi SANtai. Dan SERSAN kali ini mengenai pertemanan, fake atau tidak lo melakukan sebuah pertemanan. Sebenernya sih random banget obrolan nya dari satu hal ngejangkit kaya penyakit ke hal-hal yang lain, tapi yang lebih ditekankan adalah masalah pertemanan.
Dengan bertemu orang baru dan lo ngobrol banyak lo udah memulai suatu pertemanan, bisa aja dia temen lo pas sekolah, kuliah, kantor, temennya pacar lo, temennya temen lo, temen les lo, temen mabok lo, temen apa lo lah intinya lo temen aja. Pertemanan dimulai dari lo saling memperkenalkan diri, lo ngobrol dan kalau lo merasa srek lo bisa jadi temen yang asik dan nyambung atau ga temen yang "gw banget" tapi kalau misalnya lo ngobrol dan ga nyambung paling ujung-ujungnya lo cuman akan cukup mengenal orang itu sebatas tau nama dan muka.
Terkecuali lo berteman karena itu tuntutan, kaya lo punya pacar dan lo mau ga mau akan dikenalkan sama temen-temen nya pacar lo, beda cerita kalau lo sama pacar lo satu tongkrongan yang dimana temen-temennya ya itu-itu aja. Hal ini berlaku buat orang pacaran yang bukanlah satu tongkrongan, jelas dong bearti lo harus mengenal temen-temennya cowo/cewe lo, ga masalah soalnya lumayan lo bisa dapet temen baru, ga usah sksd at least lo kasih mereka good first impression, tapi gimana kalau tiba-tiba ternyata sebenernya temen nya cowo/cewe lo ga suka sama lo? mungkin karna gaya lo? gaya bicara lo? gaya becanda lo? gaya manja lo yang mungkin menurut mereka 'caper'? bagusnya temen nya cowo/cewe lo bisa blang ke lo 'awal gw ga suka sama lo' itu sebuah pintu gerbang yang bertuliskan "Selamat anda bebas dari ke FAKE kan" tapi bagaimana kalau ada yang bilang "Tuntutan juga kali" tuntutan? kata kasarnya mungkin tuntutan, secara ga langsung sih ia, lo ga kenal trus jadi kenal, suka ga suka lo temenan sama dia krna cowo/cewe lo temen-temennya mereka.
Lo berteman dan lo harus punya teman, karena lo hidup ga sama kluarga lo doang, dan kalau lo berteman suka ga suka lo harus terima sifat dan sikap mereka, lo ga suka ya lo bilang atau kalau lo bener2 ga suka ya lo ga usah temenan sama dia sama sekali, ga ada orang yang sempurna semua nya punya kekurangan jangan suka kelebihan orang doang, kelebihan nya banyak juga males pasti ujung2nya sirik. Lucu banget kalau sampe ada orang yang males untuk kenal orang lain karena mereka males untuk mempunya teman baru, emangitu hak orang, tapi woooyyy!!! se tertutup itukah lo, atau se anti sosialnya kah lo dengan orang-orang baru, seansos-ansos gw itu kalau gw ada masalah yang bikin otak gw melorot sampe pantat, tapi kalau lo males untuk berteman dengan orang baru ga perlu deket at least bertemanlah, ngerti doang konteks berteman!beda dengan bersahabat!! Hellooooo!!! crazy!!
Gw punya banyak temen tapi mereka punya tempat masing-masing, temen yang enak diajak ngobrol serius, diajak becanda, diajak gila, diajak nangis, karena susah banget buat nyatuin banyak orang dengan sifat yang aneka ragam karena ga semua orang bisa terima kekurangan orang lain. Dan kalau lo ber in relationship pasti orang yang lo harepin bisa nyatuin ngobrol serius, becanda, gila, nangis, ketawa-ketawa adalah pacar lo. Tapi apakah bisa? bisa ga sih sebenernya pacar lo sendiri jadi sahabat?temen?kaka?ade? Mungkin bisa kalau pacar lo adalah sahabat lo dari lo sama doi masih di janin ibu masing-masing. Tapi kalau bukan? lo pasti perlu temen-temen lo yang 'berporsinya' masing-masing itu.
Ini cuman kesimpulan ngobrol SERSAN dari gw dan teman gw, tanggapan dan perdebatan dari otak dua wanita yang sedang ingin ngobrol serius ditempat yang santai.
Ya namanya juga SERSAN a.k.a SERius SANtai...