Selasa, 12 Oktober 2010

Sofa Merah

Tempat itu mempunyai banyak cerita. Cerita aku dan yang pasti bersama teman - temanku.
hhhhhhhhhhhhhhmmmmmm..tunggu!! ngga sama temen - temen juga sih...yaaaaa..beberapa mantan ku juga lah.!!hahahahahaa..
Tempat duduk yang berada di pojokan itulah tempat duduk favorit, karena apa?karena tempat duduknya bukan bangku tetapi sofa merah!! yaaaaaa merahhh!!! itu warna favorit ku. Sering sekali aku berebut dengan teman - temanku untuk duduk di sofa merah tersebut. Baiklah! SKIP soal sofa merah!!
4pojokan tempat duduk dengan berbagai cerita, tangis, tawa..aaahh dan tidak lupa kepulan asap rokok yang menemani cerita tersebut. Cerita aku dan teman - temanku, cerita aku dengan mantanku. Terakhir aku kesana dengan pacar ku,,hahahaha,,pacar yang aku harap untuk terahir kalinya,,yaaa,,walaupun umurku masih muda dan tidak terfikir ke arah menikah!!yang dimana buat ku menikah adalah suatu hal yang sangat menakutkan!tapi aku berharap dia yang terahir.. because " I love him not for what he is, but for what I am when I am with him."
Dan lagi - lagi aku duduk di pojokan diatas sofa merah itu...hhhhhhhmmmm..sofa merah lagi! Okay mungkin ini cerita mengenai " si sofa merah " yang menjadi saksi bisu dari cerita - cerita orang yang pernah menduduki nya.

Sabtu, 06 Maret 2010

............................................

Disini...Ya...Di tempat ini pertama kali aku melihatmu. Ditempat yang lumayan gelap yang hanya diterangi oleh beberapa lampu yang juga tidak begitu terang, asap rokok yang hilir mudik membuat suasana semakin engap, yang dipenuhi oleh anak - anak muda yang menyukai musik yang keras.
Aku melihatmu, menanyai namamu, ingin mengenalmu..tapi sayang kau sudah bersamanya, bersama wanita itu.
Akupun mundur, bersikap biasa saja walaupun masih sedikit berharap. Hanya dapat menitipkan salam untukmu lewat temanmu. Berharap dapat dekat dan bertemu denganmu lagi.
Sampai akhirnya kau pun sendiri dan kita dapat dekat sampai bertemu untuk kedua kalinya.
Mencoba saling jujur melalui tulisan, sampai kejujuran itu membuatku merasa..
Takut..
Hilang..
Kosong..
Tidak ada harapan.
Karena ternyata nantinya kitapun akan dipisahkan oleh perbedaan.

Kamis, 11 Februari 2010

Kamis 11 February 2010

2 manusia terduduk diam di dalam mobil. Menunggu untuk sampai ketempat tujuan sambil mencoba menenangkan diri atas kegrogian masing - masing, sambil merangkai kata - kata diotak mereka untuk nanti disampaikan dan membayangkan apa yang akan terjadi. Berharap suasana santai pada saat mereka berdua mengobrol, menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka selama ini.

Setelah semuanya jelas, mereka pun pergi dari tempat tersebut, berencana ingin pulang ke rumah masing - masing, tapi terjebak dia salah satu apartemen, berencana hanya membeli rokok dan minuman botol, mereka pun akhirnya duduk di salah satu tangga luar ditemani cahaya lampu gedung apartemen itu.
Merokok, sambil mengobrol tentang apa saja yang terjadi pada saat mereka tidak berkomunikasi dengan lebih santai sambil tertawa mencoba menyembunyikan sesuatu..

Pengharapan agar malam seperti ini akan terulang kembali. Berdua..ya..hanya berdua..sangat dekat.

Hanya Aku dan Dia.

Musik dan Tulisan

Bagi dia musik itu adalah segalanya..

Bagiku tulisan itu adalah segalanya..

Musik itu mempunyai awal dan akhir..

Begitu juga dengan tulisan..

Musik itu bercerita..

Begitu juga dengan tulisan..

Musik itu tidak mungkin datar..

Begitu juga dengan tulisan..

Musik itu membuat orang berfikir..

Begitu juga tulisan..

Musik itu dapat membuat seseorang berimajinasi..

Begitu juga dengan tulisan..

Musik danTulisan saling berteman, melengkapi satu dengan yang lain..

Musik membutuhkan tulisan untuk dijadikan lirik,

Tulisan membutuhkan musik untuk lebih menghidupkan tulisannya..

Musik dan Tulisan adalah Aku dan Dia.

Dia menulis lirik dengan tulisanku..
Aku menulis cerita ditemani lagunya..

Sabtu, 06 Februari 2010

Aku = Alat..

Untuknya aku hanyalah sebagai alat penghibur,

disaat aku sendiri ia baru memakai ku,

memgang ku tanpa melepaskannya,

mendengar suara yang aku keluarkan,

melihat sambil memilih - milih..

Tapi bagi dia yang satu lagi,

aku adalah sebuah alat untuk mencurahkan apa yang sedang ada di otaknya.

Menekan - nekan aku, yang dimana nantinya akan menghasilkan suatu huruf yang menjadi kata, kalimat dan kemudian sebuah cerita.

Siapakah aku? Hanya dia yang memahami aku, akan tau siapa aku..

aku adalah alat..

alat penghibur...

Rabu, 13 Januari 2010

Lakon.

Kita berlakon selayaknya dua pasangan yang sedang dimabuk cinta..

Berpegangan tangan,

berpelukan,

bercumbu,

sampai bersenggama..


Padahal kenyataannya kita adalah dua orang yang tidak mempunyai status apa - apa..

Bukan pacar atau suami - istri..

dibilang teman, kita juga tidak dekat - dekat amat..

Kita hanyalah dua orang yang terbawa oleh liarnya kenafsuan yang mengalir di diri kita..

Tidak peduli akan resikonya,

Tidak peduli akan omongan orang,

Tetapi yang diperdulikan adalah..

Apabila salah satu dari kami pergi dan menemukan yang baru..

Senin, 11 Januari 2010

S.O.U.L.M.A.T.E

Aku mengenalnya

Aku mengingatnya

Aku menyayanginya
Tapi..kemana dia
sekarang?

dia pernah berkata agar aku jangan meninggalkannya,

tetapi sekarang ia yang pergi meninggalkan ku,

Tanpa salam perpisahan,
Tanpa kata - kata,

Tanpe pelukan,

Tanpe bertemu,

Tanpa aku tahu penyebabnya..

Aku mencoba mencarinya,

aku ingin menemukan nya..

Aku bukanlah pacarnya

aku bukanlah istrinya

Aku bukanlah anaknya

Aku juga bukan temannya

Tetapi aku adalah belahan jiwanya..